Cerita Saham Sepekan: Berkah Sinetron “Ikatan Cinta” dan Persiapan Bank Digital Grup MNC

Sinetron Ikatan Cinta - Image: Pinterest

Sinetron Ikatan Cinta - Image: Pinterest

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ketiga Maret 2021 ini ditutup dengan penguatan yang cukup signifikan nih, Be-emers. Menariknya, setelah euforia saham perbankan, kini saham Grup MNC juga cukup mendapat sorotan.

Yang paling menarik, salah satu anak usaha Grup MNC, yakni PT Media Citra Nusantara Tbk. (MNCN) baru saja dapat berkah cuan lho! MNCN dikabarkan kebanjiran iklan seiring dengan popularitas sinetron Ikatan Cinta, Be-emers.

Hayooo, siapa yang suka nonton sinetron Ikatan Cinta?

Sinetron yang dibintangi Amanda Manopo, Arya Saloka, dan Evan Sanders tersebut diketahui telah pecah memecahkan rekor rating yakni TVR 14,6 dan share 51,4 persen pada Selasa (23/2) lalu.

Nah dalam industri hiburan, terutama televisi, sebuah program yang mendapat rating tinggi tentunya juga akan banyak iklan yang masuk. Popularitas sinetron Ikatan Cinta bahkan sering jadi trending di Twitter lho. Waduh, gokil juga ya?

Menariknya, salah satu akun Twitter yakni @andhirarum, mencoba menghitung jumlah iklan yang masuk di sinetron Ikatan Cinta. Pada 8 Maret 2021, sinetron Ikatan Cinta mendapatkan 136 iklan dalam 4 segmen (di luar sinetron) dan 17 iklan dalam sinetronnya.

 

Cuitan Daftar Iklan Sinteron Ikatan Cinta - Image: Twitter

Cuitan Daftar Iklan Sinteron Ikatan Cinta - Image: Twitter @andhirarum


Dengan banyaknya iklan yang masuk, enggak heran, pihak MNCN pun ketiban berkah dari sinetron Ikatan Cinta yang viral itu. Meski begitu, pihak MNCN pun dikabarkan bakal melakukan ekspansi di segmen digital.

Kalau menurut CEO dan Pemilik Grup MNC Hary Tanoesoedibjo, pihaknya enggak mau hanya mengandalkan pendapatan dari televisi.

Dilansir dari Bisnis, targetnya, pendapatan grup MNC yakni 50 persen dari tv dan 50 persen lainnya dari digital serta produksi konten untuk tiga sampai empat tahun kedepan. Menurut Hary, dengan begitu, perusahaan dinilai bakal jadi lebih sehat dan seimbang.
 

Kinerja MNCN

Kalau dilihat dari laporan keuangannya per 30 September 2020, MNCN telah mencatatkan pendapatan hingga Rp5,96 triliun, turun 4,93 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Anehnya, pendapatan dari iklan turun hingga 8,48 persen secara year-on-year (yoy), menjadi Rp5,52 triliun lho! Sedangkan pendapatan iklan non digital, juga terjun 12,38 persen, menjadi 4,84 triliun.

Enggak hanya itu, pendapatan dari konten pun terperosok 15,56 persen. Hal itu diikuti dengan turunnya pendapatan lain sebesar 9,88 persen.

Di satu sisi, pendapatan iklan digital MNCN malah tercatat sebesar Rp675 miliar, meroket hingga 34,46 persen! Namun, laba bersih MNCN tercatat turun 17,54 persen, yakni sebesar RP1,37 triliun.
 

Terpantik Tren Bank Digital

Seperti yang kita tahu, tren transformasi digital jadi hal yang cukup direspon positif sama publik, enggak terkecuali sama investor. Apalagi, saham sejumlah bank digital telah memperoleh lonjakan yang cukup signifikan beberapa waktu terakhir.

Nah, tren itu rupanya juga dilirik sama grup MNC nih, Be-emers. PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) diketahui bakal menjadikan aplikasi Motion sebagai bagian dari platform digital banking.

Baca Juga: Cerita Saham Sepekan: Ketika Bank-Bank Kecil Mulai Ramai Dilirik di Tengah Prospek Perbankan Digital

BABP yang notabene merupakan anak usaha dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk, (BCAP) ini tengah mengembangkan modul digital onboarding Motion. Targetnya sih, hal tersebut bakal rampung April 2021 ini.

Dengan begitu, proses pengajuan izin ke pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga bisa diproses di bulan yang sama. Adapun, aplikasi Motion ini sebenarnya sudah ada sejak Agustus 2020.

Sejak saat itu, pihak BABP pun mengaku kalau kinerjanya terus tumbuh. Masa sih?

Dilansir Bisnis, aplikasi Motion ini terus berkembang dan jumlah penggunanya pun makin tumbuh.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangannya secara bulanan, BABP tercatat telah meraih laba bersih Rp2,47 miliar pada Agustus 2020. Perolehan laba bersih itu terus mengalami kenaikan hingga Desember 2020:
  • Laba bersih September 2020: Rp2,70 miliar
  • Laba bersih Oktober 2020: Rp2,95 miliar
  • Laba bersih November 2020: Rp3,14 miliar
  • Laba bersih (unaudited) Desember 2020: Rp6,20 miliar

Adapun, aplikasi Motion juga rencananya bakal meningkatkan perolehan dan murah. Selain itu, kabarnya sih, bakal ada fitur-fitur baru lainnya.

Nah, seiring dengan perolehan cuan dan strategi grup MNC di sektor digital, baik media dan perbankan, gimana dengan kinerja sahamnya?
 
Emiten PER Harga Saham 12 Maret 2021
MNCN 8.81x Rp1.085 [+0,46%]
BABP 702.15x Rp100 [-1,96%]
Sumber: RTI Business

Sementara itu, sekedar catatan, pada perdagangan Jumat (12/3), IHSG menguat 1,49 persen dan parkir di level 6.358,20. 

Hmmm... kira-kira menurut kamu saham grup MNC ini prospektif buat kamu koleksi enggak?



Buat kamu yang punya cerita, opini, atau artikel menarik lainnya, yuk daftar dan share tulisan kamu di Bisnis Muda sekarang!