Coupang VS Tokopedia: Raksasa E-Commerce yang Melirik Cuan di Pasar Modal

Tokopedia-Coupang - Canva

Tokopedia-Coupang - Canva

Sektor e-commerce memang berkembang cukup pesat seiring perkembangan teknologi dan pola belanja masyarakat. Bahkan, kini sejumlah e-commerce raksasa seperti Coupang dan Tokopedia, mulai melirik cuan dari pasar modal nih, Be-emers.

E-commerce memang dinilai cukup prospektif, apalagi sejak adanya pandemi Covid-19. Dari laporan e-Conomy tahun 2020,  selama pandemi dan adanya pembatasan sosial, penjualan kategori food dan groceries di e-commerce telah mengalami peningkatan hingga 175 persen lho, Be-emers!

Hal itu pun diprediksi akan terus meningkat hingga 15 persen di tahun 2025, dari total seluruh kategori produk di e-commerce. Meski begitu, eksistensi industri e-commerce buka hanya sekedar peningkatan penjualan produk semata nih.

Sejumlah e-commerce, seperti Coupang dan Tokopedia juga mulai melirik peluang dari pasar modal. Kinerja keduanya pun juga berhasil mencuri perhatian para investor lho, Be-emers.

Baca Juga: Punya Bisnis Online? Kenali Dulu Yuk Bentuk-bentuk e-Commerce 
 

Euforia E-Commerce Melantai di Bursa

Selama ini, sejumlah e-commerce rakasa dunia seperti Amazon dan Alibaba sudah eksis sebagai emiten di pasar modal. Bahkan, Initial Public Offering (IPO) Alibaba di bursa AS dinilai sebagai yang terbesar lho!

Tepatnya pada 18 September 2014, IPO perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma tersebut yakni senilai US$68 per saham, dan meningkat US$21,8 miliar. Makanya, menurut The Wall Street Journal, IPO Alibaba itu lebih besar dari Google hingga Facebook lho!

Sementara itu, Amazon sudah lebih dulu melakukan IPO, yakni pada 15 Mei 1997, dengan harga US$18 per saham.

Nah baru-baru ini, raksasa e-commerce asal Korea Selatan, Coupang, diketahui juga telah melantai di bursa AS lho, Be-emers. E-commerce yang dijuluki “Amazon-nya Korea Selatan” ini telah mengumpulkan US$4,6 miliar saat IPO, yang mana jadi yang terbesar di bursa AS sepanjang tahun 2021!

Perusahaan dengan kode saham CPNG itu mengalami lonjakan hingga 40 persen saat baru debut di New York Stock Exchange (NYSE) pada Kamis (11/3) lalu. Dilansir dari The New York Times, startup e-commerce yang berbasis di Seoul tersebut menjual 130 juta saham dengan harga US$35 masing-masing dalam IPO.

Adapun, Goldman Sachs, Citigroup, JP Morgan dan Allen & Company adalah pemimpin underwriters untuk IPO Coupang tersebut.

Enggak mau kalah, salah satu startup e-commerce Indonesia, Tokopedia, juga dikabarkan akan segera IPO nih. Rencana Tokopedia untuk go public ini seiring prospek merger dengan Gojek.

Proses merger antara Gojek dan Tokopedia pun sudah semakin nyata. Awal maret 2021, dilansir dari Harian Bisnis Indonesia, keduanya sudah menandatangani perjanjian jual-beli bersyarat atau conditional sales and purchase agreement (CSPA).

Terkait IPO, nantinya startup terbesar di Indonesia itu bakal dilakukan di Indonesia dulu nih. Dari kabar yang beredar, Tokopedia bakal IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) terlebih dahulu nih.

Setelah itu, saat merger dengan Gojek nanti, entitas merger tersebut bakal melantai di bursa AS deh. Meski begitu, hingga kini, belum ketahuan Gojek-Tokopedia bakal IPO pakai skema apa, entah lewat sistem tradisional atau lewat jalur Special Purpose Acquisition Company (SPAC).

Lanjut ke halaman selanjutnya yuk!