Bukan Bitcoin, Komoditas Ini Justru Paling Meroket di 2021

Bitcoin - Canva

Bitcoin - Canva

Bitcoin sukses meraih popularitasnya sejak akhir 2020. Namun, ternyata ada komoditas lain yang justru paling meroket di tahun 2021 ini lho, Be-emers.

Saat ini, hampir semua orang melirik Bitcoin, aset kripto yang harganya melonjak sejak akhir 2020 lalu. Belum lagi Elon Musk, membawa popularitas Bitcoin makin melambung tinggi.

Di akun Twitter pribadinya, Musk kerap mempromosikan mata uang kripto seperti Bitcoin hingga Dogecoin. Bahkan, kamu bisa membeli produk mobil Tesla dengan menggunakan Bitcoin lho!

Di satu sisi, ada nih komoditas yang sebenarnya justru paling meroket di 2021. Apa itu?

Baca Juga: Harga Bitcoin Fluktuatif, Ini Tips buat Para Trader
 

Iridium: Komoditas dengan Performa Terbaik

Bukan Bitcoin, rupanya Iridium telah menjadi komoditas dengan performa harga terbaik hingga Maret 2021 lho! Bahkan, Iridium telah melesat hingga lebih dari 100 persen!

Iridium merupakan logam transisi yang sangat keras dari golongan platina dan palladium. Dalam unsur kimia, Iridium memiliki lambang Ir dan nomor atom 77.

Menurut catatan Bloomberg, Iridium telah berada di level US$ 6.000 per ounce. Angka itu tiga kali lipat lebih mahal dari logam mulia lain, seperti emas.

Dilansir dari Bisnis, kalau menurut perusahaan pemurni logam Heraeus Group, harga Iridium sendiri telah meroket 131 persen sejak awal Januari 2021 lho. Padahal, di periode yang sama, harga komoditas kripto seperti Bitcoin hanya naik 85 persen nih, Be-emers.

Kok bisa sih Iridium lebih unggul dari komoditas lainnya?

Heraeus Group menjelaskan, naiknya harga Iridium dipicu oleh adanya gangguan pasokan sepanjang tahun 2020. Di satu sisi, demand logam untuk bikin layar-layar elektronik juga meningkat.

Enggak cuma itu sih. Iridium juga punya daya tarik tersendiri nih, Be-emers.

Iridium merupakan investasi terbatas pada produksi platina, yang mana mayoritas digunakan industri otomotif buat mengurangi emisi. Selain itu, investor juga dinilai telah mempertimbangkan potensi kenaikan demand platina teknologi hidrogen baru seiring pergeseran pasar kendaraan listrik.

Komoditas yang didominasi sektor industri ini juga enggak diperdagangkan di bursa maupun exchange trade fund (ETF). Pembelian Iridium oleh investor ritel, atau biasa disebut ingots, pun dibatasi lho.

Baca Juga: Ramai Bank Sentral Bikin Uang Digital, Indonesia Juga Ikutan?