J&T Express Resmi Jadi Unicorn! Startup Kargo Mulai Berjaya Nih

J&T Express Illustration Web Bisnis Muda - Canva

J&T Express Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Jasa logistik atau pengiriman barang memang sangat diandalkan, apalagi di era yang serba digital, semuanya harus lebih efisien. Enggak heran, startup logistik seperti J&T Express kini telah berhasil menjadi perusahaan unicorn!

J&T Express telah resmi bergabung dalam geng unicorn setelah mencapai valuasi US$7,88 miliar nih, Be-emers. Horeee, bertambah lagi nih perusahaan unicorn asal Indonesia!

Dilansir Bisnis, berdasarkan data riset CBInsight, jumlah startup unicorn asal Indonesia telah bertambah dengan adanya kehadiran J&T Express. Menariknya, valuasi J&T Express hanya berada satu tingkat di bawah Gojek lho.

Pasalnya, Gojek kini menjadi satu-satunya startup dengan valuasi lebih dari US$10 miliar atau berstatus decacorn. Sedangkan Tokopedia, yang notabene juga dikabarkan akan merger dengan Gojek, justru punya valuasi di bawah J&T Express yakni sebesar US$7,5 miliar.

Akankah J&T Express mampu untuk segera menjadi decacorn baru di Indonesia?

 

J&T Express Illustration Web Bisnis Muda - Canva

J&T Express Illustration Web Bisnis Muda - Canva


Baca Juga: Viral Merchant Merugikan dan Dirugikan, Seperti Apa Sih Skema Layanan Pesan-Antar Makanan Online?

 

Kinerja J&T Express

Eksis di Indonesia sejak 2015, PT Global Jet Express atau J&T Express didirikan oleh Jet Lee dan Tony Chen, yang notabene merupakan mantan petinggi Oppo.

Buat kamu yang belum tahu, sebenarnya J&T ini juga sudah ekspansi usaha ke lima negara lho, Be-emers. Dari data di laman resminya, J&T Express sudah berekspansi ke Malaysia dan Vietnam di tahun 2017.

Kemudian, ekspansi tersebut berlanjut ke Filipina dan Thailand di tahun 2018, serta Singapura dan Kamboja di tahun 2019. Enggak berhenti sampai di situ, J&T Express bahkan sudah ekspansi ke China pada 2020 lalu lho!

Menurut Key Account Manager J&T Express Iwan Senjaya, dikutip dari Bisnis, beberapa mitra bisnis e-commerce sudah ada yang merambah pasar Asia Tenggara. Untuk itu, kehadiran J&T Express juga sebagai bentuk dukungan kerja sama dengan e-commerce sekaligus mencari peluang cuan.

Meski begitu, Iwan juga menyebutkan kalau setiap negara memiliki tantangan yang berbeda terutama dari demografi dan sosialnya. Namun tetap, ia menilai, Indonesia yang paling sulit bagi jasa pengiriman ekspress karena kondisi geografisnya yang sangat luas.

Enggak heran, di tahun 2019, J&T Express bahkan sampai pernah menyewa pesawat kargo sendiri lho, Be-emers. Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses distribusi kiriman, terutama di momen menjelang lebaran.

Selain itu, J&T Express mencatat pengiriman di momen Ramadhan dan jelang lebaran menjadi yang tertinggi. Di momen Ramadhan 2019 misalnya, J&T Express bahkan bisa mengirim 2 juta paket per hari!

Untuk itu, penyewaan pesawat kargo dilakukan J&T Express untuk menghindari adanya penumpukan kiriman di Bandara. Adapun, selain lewat udara, pihak J&T juga mengandalkan kereta api kargo untuk meminimalisir kendala pengiriman paket.

Kinerja J&T Express rupanya juga cukup menarik perhatian investor. Formation Group, Sequoia Capital India, dan Warburg Pincus tercatat memegang saham dari J&T Express nih, Be-emers.

Bahkan pada 5 April 2021, dari data The Information, J&T Express telah dapat pendanaan hingga lebih dari US$2 miliar! Dana tersebut berasal dari sejumlah investor seperti PE China Hillhouse Capital, Boyu Capital, dan Sequoia Capital China.