Startup Konstruksi yang Didanai Softbank Ini Runtuh, Kok Bisa?

Startup Katerra yang Didanai Softbank Tutup Illustration Bisnis Muda - Image: Katerra

Startup Katerra yang Didanai Softbank Tutup Illustration Bisnis Muda - Image: Katerra


Kabar mengejutkan datang dari startup konstruksi Katerra Inc. nih, Be-emers. Startup yang didanai oleh Softbank Group Corp tersebut dikabarkan ditutup lho!

Kenapa ya? Kok bisa sih?

Tutupnya Katerra Inc., dilansir Bloomberg, cukup drama nih. Masalahnya, Katerra sempat  berhasil mengumpulkan sekitar US$ 2 miliar dari investor, termasuk SoftBank Group Corp.

Sebelumnya, perusahaan yang didirikan sejak 2015 itu telah berjanji untuk mengguncang industri konstruksi dengan pabriknya yang efisien, suku cadang pabrikan, dan unit konstruksi modular lho, Be-emers!

Bahkan, berdasarkan catatan Bloomberg, Katerra telah mengatakan sedang bekerja di sejumlah negara seperti AS, India, hingga Arab Saudi.


Baca Juga: Ini Deretan Startup Milik Softbank yang Mau dan Baru IPO

 

Tantangan Katerra

Katerra yang dapat suntikan dana besar dari SoftBank dan lainnya, ternyata bisa tumbuh dengan cepat. Pertumbuhan Katerra bahkan bisa terlihat dari aksi akuisisi dengan perusahaan konstruksi yang lebih kecil.

Sayangnya, ternyata integrasi bisnis Katerra justru terbukti sulit. Perusahaan tersebut malah terpaksa berurusan dengan keterlambatan konstruksi dan masalah lainnya dalam menyempurnakan modulnya.

Diketahui, pada tahun 2019, Katerra mengalami tekanan hingga berencana untuk memangkas 200 pekerjaan. Padahal, saat itu, Katerra baru saja mengumpulkan US$865 juta dari investor tahun sebelumnya.

Enggak cuma itu, Katerra juga diketahui menutup pabrik di Phoenix. Tujuannya sih, untuk fokus pada fasilitas yang lebih otomatis di California.

 

Startup Katerra yang Didanai Softbank Tutup Illustration Bisnis Muda - Image: Pinterest

Startup Katerra yang Didanai Softbank Tutup Illustration Bisnis Muda - Image: Pinterest



 

Respon Softbank

Sebagai salah satu investor Katerra, rupanya pihak Softbank belum menanggapi lebih lanjut nih terkait tutupnya startup konstruksi tersebut. Bloomberg menilai, matinya Katerra merupakan suatu kekalahan signifikan bagi SoftBank, yang notabene telah bertaruh besar pada potensi transformatif startup.

Kalau diingat, pada Mei 2021 lalu, pendiri SoftBank Masayoshi Son pernah menyebut kalau investasi Katerra secara khusus sebagai kesalahannya dalam investasi, sebagaimana yang pernah terjadi pada WeWork dan Greensill.

Meski begitu, Son mengatakan, keberhasilan SoftBank dalam investasi startup melebihi kegagalannya kok.

Baca Juga: Shunji Sugaya, Penolak Tawaran Softbank dengan Kekayaan 990 Juta dolar AS