Apa itu Employee Retention? Bagaimana Cara Mengelolanya?

Employee Retention - Retensi Karyawan - Bisnis Muda - Image: canva.com

Employee Retention - Retensi Karyawan - Bisnis Muda - Image: canva.com


Disituasi pandemi seperti ini pastinya banyak yang kehilangan pekerjaan dan perusahaan memang mengaruskan melakukan pengurangan karyawan.

Lalu, bagaimana dengan perusahaan yang melakukan Employee Retention?
 

Apa Itu Employee Retention?

Employee Retention dalam bahasa Indonesia ialah retensi karyawan. Lebih dari itu, mengutip dari linovhr.com, yang dimaksud Employee Retention adalah suatu keharusan yang perlu dilakukan sebuah perusahaan dalam mempertahankan karyawan terbaik yang dimilikinya atau mempertahankan karyawan sebagai tenaga ahli utama.

Sebuah perusahaan sangatlah diharuskan dalam melakukan retensi karyawan, karena hal tersebut dibutuhkan perusahaan untuk mempertahankan karyawan yang memiliki potensi tinggi atau tetap loyal kepada perusahaan dan pekerjaannya.

Karyawan, apalagi yang memiliki kinerja baik, sangat berpengaruh bagi perusahaan. Jika karyawan terbaiknya mengundurkan diri dan berpindah ke perusahaan lain atau kompetitor lain, hal ini bisa mempengaruhi perusahaan tersebut.
 

Lalu, bagaimana dengan pengelolaannya?

Ada beberapa cara dalam mengelola retensi karyawan, antara lain :
  • Memilih atau mencari karyawan dengan cara yang efektif
Dalam meningkatkan retensi karyawan, cara utama yang bisa dilakukan adalah melakukan seleksi karyawan dengan cara yang efektif.


Contohnya, bisa melakukan wawancara mendalam seputar sejarah atau budaya perusahaan, serta bagaimana perusahaan ke depannya. Retensi karyawan belaku untuk siapa saja, dari karyawan biasa hingga atasan.

Karyawan terbaik, dikutip dari smartpresence.id, tentunya akan membawa dampak yang positif bagi perusahaan dan juga bisa menentukan jati diri dalam pekerjaannya.
  • Dalam menawarkan kompensasi, berikan yang sepadan
Hal kedua yang perlu dilakukan setelah melakukan seleksi karyawan, ialah memberikan kompensasi yang sepadan dengannya. Dikutip dari linovhr.com, dengan memberikan kompensasi yang sepadan karyawan pun berkeinginan untuk menerima tawaran tersebut, karena tidak sedikit karyawan atau calon karyawan menolak pekerjaan tersebut dengan alasan gaji yang tidak sesuai.

Baca Juga: Ini Manfaat Slip Gaji yang Harus Diketahui!

 

Retensi Karyawan Perusahaan - Bisnis Muda - Image: canva.com

Retensi Karyawan Perusahaan - Bisnis Muda - Image: canva.com
 

  • Berikan apresiasi perusahaan kepada karyawan
Sesekali memberikan apresiasi kepada karyawan sebagai bentuk terima kasih dalam melakukan pekerjaan dari pagi hingga sore, bahkan bisa sampai malam.

Apresiasi yang diberikan bisa berbentuk apa saja, seperti mengajak liburan karyawan atau memberikan sebuah hadiah yang bermanfaat. Apresiasi ini berlaku untuk perusahaan agar karyawan tersebut merasa dihargai dalam bekerja.
  • Memberitahu bagaimana jenjang karirnya
Jenjang karir pada saat ini memang sangat dilihat bagi pelamar dan yang sudah menjadi karyawan. Karyawan akan terus mencari pekerjaan yang baik, agar dimasa depan nanti merasa cukup.

Perusahaan harus memberdayakan konsultan karir agar dapat membantu para pekerja atau karyawan dalam menentukan tujuan yang jelas dengan karir yang sedang dijalaninya. Dilansir dari linovhr.com, caranya bisa dengan melakukan evaluasi tahunan atau melakukan keterbukaan akan karir untuk kedepannya.

Serta perusahaan juga bisa membuat lingkungan kerja yang nyaman untuk para karyawannya, agar karyawan tidak merasa bosan atau malah tersiksa selama bekerja 8 jam di kantor. Bisa dari membentuk hubungan yang harmonis sesama karyawan dan atasan dengan karyawannya, hingga menyediakan tempat kerja yang nyaman minimal bersih dan ventilasi yang terbuka.

Baca Juga: Ingin Punya Karyawan untuk Usaha Kamu? Intip Cara Bos Amazon Merekrut Timnya Yuk!