Floating Profit VS Floating Loss Saham, Mana yang Lebih Susah Ditahan?

Floating Profit VS Floating Loss Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Floating Profit VS Floating Loss Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva


Suatu hari, Don Cuan sedang galau berat nih, Be-emers. Saat melihat portofolio, ternyata ada sejumlah saham yang memberikan Don Cuan Floating Profit dan Floating Loss.

Jadi, Don Duan pernah membeli saham A di harga Rp3.640 per saham. Saat itu, Don Cuan membeli satu lot sahm A, dengan total harga Rp364.000.

Ternyata, setelah lebih dari sepekan, saham A mengalami kenaikan hingga 3 persen. Saham A yang Don Cuan koleksi pun telah memberikan ia imbal hasil sebesar 3,85 persen.

Namun, karena awalnya berniat menginvestasikan saham A untuk biaya kuliahnya tahun depan, Don Cuan jadi ragu ingin menjual saham tersebut guna mendapat keuntungan (taking profit).

Di sisi lain, Don Cuan juga punya saham B, yang mana saat ia beli harganya sebesar Rp112 per saham. Nah, Don pun membeli 1 lot saham B dengan total Rp11.200. Cukup murah bukan?


Namun, saham B justru semakin hari semakin turun nih. Bahkan, selama sepekan lebih, sahamnya sudah terkoreksi 3,08 persen.

Alhasil, saham B yang kini harganya Rp95 per saham justru terus menerus memberikan kerugian Don Cuan hingga 15,18 persen! Anehnya, Don Cuan juga ragu, harus cut loss atau menunggu saham B kembali rebound.

Nah, apa yang dialami oleh Don Cuan itu dikenal dengan istilah Floating Profit dan Floating Loss, Be-emers. Hmm.. apa itu?

Baca Juga: Diandalkan saat Saham Nyangkut, Yuk Kenali Apa Itu Gadai Saham dan Tipe Investornya
 

Mengenal Apa Itu Floating Profit dan Floating Loss

Saat berinvestasi di pasar modal, tentunya kamu sudah harus siap dengan segala macam risikonya. Termasuk, saat kamu harus menghadapi yang namanya Floating Profit dan Floating Loss.

Keuntungan dalam berinvestasi saham mungkin jadi hal yang paling bahagia bagi investor. Namun, saat harus menghadapi situasi Floating Profit, keuntungan yang sudah ada di depan mata justru menjadi tantangan tersendiri bagi investor lho!

Floating Profit merupakan situasi dimana sebuah keuntungan atau profit dari saham yang dikoleksi belum bisa direalisasikan oleh investor nih, Be-emers. Jadi, keuntungan tersebut masing mengambang karena belum adanya tindakan untuk melakukan aksi jual guna mengambil keuntungan.

Biasanya sih, banyak orang yang galau atau menahan untuk menjual saham demi mendapatkan keuntungan dengan alasan punya tujuan investasi sendiri. Misalnya, tujuan mengoleksi saham tertentu untuk jangka waktu panjang karena saham tersebut dinilai sangat prospektif dan likuid.

Sebaliknya, investor juga bisa berhadapan dengan situasi Floating Loss. Apalagi, ketika saham koleksinya itu malah anjlok cukup drastis dalam kurun waktu lama.

Floating Loss diartikan sebagai situasi dimana seorang investor harus mengalami kerugian dari penurunan harga, tapi hal itu belum sepenuhnya rugi. Soalnya, sang investor belum menjual saham tersebut saat harganya turun.

Ada banyak hal yang jadi pertimbangan investor untuk enggak jual saham koleksinya ketika harga saham tesebut turun. Mulai dari masih adanya prospek kinerja emiten saham yang cemerlang ke depannya, hingga peluang saham bisa kembali rebound.
 

Floating Profit VS Floating Loss  Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Floating Profit VS Floating Loss Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

 

Manfaat dan Cara Menghadapi Floating Profit dan Floating Loss

Tenang, saat kamu ada dalam situasi Floating Profit atau Floating Loss, kamu enggak perlu panik lho. Soalnya, bisa jadi, Floating Profit dan Floating Loss itu malah “menyelamatkan” kamu saat berinvestasi di pasar modal.

Misalnya, saat kamu berada di situasi Floating Profit, keuntungan mengambang yang ada di depan mata bisa jadi hanya sesaat. Bisa jadi, setahun kedepan, saham yang kamu koleksi malah akan memberikan keuntungan yang lebih banyak untuk kamu nih.

Begitu juga saat kamu harus menghadapi Floating Loss, kerugian yang kamu hadapi bisa jadi hanya sementara. Sebab, dilansir Expandana, kondisi bisa saja berbalik rebound karena kinerja sahamnya yang mulai membaik.

Untuk itu, baik saat menghadapi Floating Profit dan Floating Loss, kamu harus melakukan riset atau analisis terlebih dahulu terkait fundamental hingga kinerja saham yang kamu koleksi. Jangan lupa, tentukan juga tujuan kamu sebelum berinvestasi saham ya, agar kamu bisa dengan mudah menentukan kapan harus menjual saham yang kamu koleksi dengan tepat.

Di sisi lain, jika memang kinerja saham yang kamu koleksi dirasa makin memburuk dan merugikan, enggak ada salahnya kok melakukan Cut Loss untuk mencegah kerugian yang semakin besar.

Adapun, Floating Profit dan Floating Loss juga memberikan kamu manfaat untuk berpikir sejenak dalam menentukan tindakan saat menghadapi berbagai kondisi di pasar modal. Soalnya, volatilitas bursa bakal mempengaruhi psikologi kamu lho, Be-emers.

Menurut kamu, lebih susah menahan Floating Profit atau Floating Loss?

Kamu punya pengalaman dalam mengahdapi situasi Floating Profit atau Floating Loss enggak nih, Be-emers? Kalau ada, komen di bawah atau share pengalaman kamu dengan klik "Mulai Menulis" di website Bisnis Muda ya!