Ekonom Amerika Menantikan Santa Claus Rally, Apa Itu?

Santa Claus Rally Wall Street. (Ilustrasi: Canva)

Santa Claus Rally Wall Street. (Ilustrasi: Canva)


Wall Street mulai ramai membicarakan tentang Santa Claus Rally yang dipertanyakan apakah akan datang tahun ini. Apa itu Santa Claus Rally?

Mendengar kata Santa Claus pasti otomatis teringat dengan natal dan akhir tahun. Dalam bursa momentum-momentum tertentu juga berpengaruh pada saham.

Contohnya pada momentum natal, ada kondisi yang mempengaruhi pergerakan harga saham ke titik-titik tertentu. Ini biasa disebut Santa Claus Rally.
 

Apa Itu Santa Claus Rally?


Santa Claus Rally adalah sebuah istilah yang diciptakan oleh Yale Hirsch. Ia adalah seorang yang menyusun Stock Trader’s Almanac di tahun 1972.

Istilah Santa Claus Rally berasal dari momentum yang yang diciptakan oleh musim bullish dan di sektor-sektor trader memasang taruhan untuk tahun baru.


Baca Juga: Cara Investasi Pasar Saham saat Ekonomi Tak Stabil Menurut Charles Schwab

Santa Claus Rally terlihat dengan naiknya harga-harga saham pada minggu-minggu terakhir bulan Desember. Namun biasanya hilal Santa Claus Rally sudah terlihat sejak pertengahan Desember. 

Kondisi ini disebut Santa Claus Rally karena waktunya yang bertepatan dengan Natal di akhir Desember. Kenaikan harga saham bagaikan hadiah dari Santa Claus sehingga disebut Santa Claus Rally.

Biasanya, lima hari perdagangan terakhir di bulan Desember dan dua hari pertama tahun baru adalah waktu yang baik bagi para trader. 

Mengutip dari Fox Business, sebuah studi oleh LPL Research menunjukkan kinerja pengembalian rata-rata S&P 500 selama periode tujuh hari adalah 77,9% lebih mungkin menghasilkan pengembalian positif daripada periode tujuh hari lainnya.
 

Akankan Santa Claus Rally Datang Tahun Ini?


Setiap tahunnya kehadiran Santa Claus Rally menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan oleh para investor karena membawa angin segar.

Namun tahun ini, di tengah tekanan inflasi yang sedang berlangsung, kenaikan suku bunga, dan resesi ekonomi yang menjulang, investor Wall Street tidak mengandalkan Santa Claus Rally lagi tahun ini.

Baca Juga: Sudah Tahu Keuntungan Stock Split Saham Bagi Investor?

Dalam sebuah wawancara dengan Fox Business, Edward Moya, seorang analis pasar senior di OANDA New York mengatakan, "Tahun ini, karena laporan ekonomi membaik pada bulan Oktober dan November, Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan strategi suku bunga hawkish dan menaikkannya sebanyak 50 basis poin, menyoroti inflasi tertinggi dalam 40 tahun dan kemungkinan resesi."

"Akibatnya, lonjakan khas stok ritel dan makanan (yang tahan resesi) selama liburan lebih rendah bergerak ke timeline Santa Claus Rally," lanjutnya. "Wall Street berubah menjadi Grinch karena kekhawatiran resesi tumbuh, tetapi aksi jual dapat mengarah ke Santa Claus Window, yang mungkin menghasilkan reli kecil."

Menurut studi LPL Research, hanya ada enam kali Santa Claus gagal tampil di bulan Desember. Dow Jones Industrial Average turun 10% tahun ini, S&P 500 turun 20?n Nasdaq Composite Index turun 33%.

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.