Harga Komoditas Batu Bara Koreksi Tajam, Pertanda Buy or Bye?

Batu Bara Turun. (Ilustrasi: Canva)

Batu Bara Turun. (Ilustrasi: Canva)

Like

Komoditas batu bara mengalami koreksi yang tajam di awal tahun 2023 ini. Koreksi tersebut membuat harga batu bara acuan dari yang semula berharga US$450 per ton sekarang menjadi US$260 per ton.

Hal ini tentu membuat pelaku bisnis dan investor, khususnya yang terjun dalam bisnis batu bara, menjadi was-was.

Penurunan harga acuan batu bara seakan menjadi sebuah pertanda akan dimulainya resesi ekonomi, mengingat batu bara sebagai komoditas yang sangat dibutuhkan di seluruh dunia dan peran batu bara dalam hal pemenuhan energi dan penggerak operasional perusahaan sangat vital.
 

Lalu, pertanda apa yang perlu kita cermati dengan penurunan harga komoditas batu bara tersebut?


Batu bara menjadi sumber energi karena memiliki kemudahan dalam pengelolaannya sehingga sangat digemari oleh industri yang membutuhkan sumber daya untuk operasional mesin mereka.

Batu bara menjadi komoditas yang sangat sensitif pergerakan harga acuannya. Ini karena siklus bisnis yang dinamis dan berpengaruh pada permintaan batu bara, dari situ menyebabkan harga batu bara sangat fluktuatif.


Apabila harga batu bara turun, menandakan bahwa konsumen dalam hal ini swasta dan negara menurunkan permintaan mereka akan batu bara sehingga supply yang ada tidak diimbangi oleh demand pasar dan berdampak harga acuan batu bara turun.

Benang merahnya yakni penurunan harga acuan batu bara menjadi tanda penurunan kegiatan bisnis dan produksi perusahaan.

Baca Juga: Harga Batu Bara Naik, Apa Dampaknya?

Hal ini bisa menimbulkan efek lain dalam perekonomian seperti meningkatnya pengangguran dan penurunan barang produksi yang berakibat pada penurunan keuntungan perusahaan.

Penurunan harga batu bara jika dikaji dengan harga sebelum terjadi koreksi, telah mencapai harga tertingginya sehingga koreksi harga batu bara dianggap sebagai hukum pasar.

Ini menunjukan pasar efisien akan membawa kepada rasionalitas harga sebuah komoditas maupun harga instrumen investasi lain.

Harga batu bara bisa jadi koreksi hingga angka US$100 per ton. Pada kondisi normal alias tidak ada faktor penghambat seperti Covid-19, supply chain management maupun perang dagang, harga acuan batu bara akan kembali normal.

Pertanda lain yang perlu kita notice adalah dengan peningkatan penggunaan energi bersih seperti pembangkit listrik tenaga surya maupun ekosistem kendaraan listrik, menjadikan pelaku bisnis mengurangi penggunaan batu bara sebagai energi yang kurang ramah lingkungan.

ESG investing juga menjadi tren yang membuat bisnis batu bara di masa depan kurang begitu diminati oleh pebisnis dan investor.
 

Lalu, bagaimana dari sudut pandang investor di pasar modal Indonesia menanggapi kejatuhan harga komoditas batu bara tersebut?


Sebagai investor saham, jika pada saat ini kita memiliki saham perusahaan batu bara dengan harga yang cukup tinggi maka opsi sell bisa kita pertimbangkan untuk membatasi kerugian atas penurunan harga komoditas.

Akan tetapi jika saat ini belum memiliki saham perusahaan batu bara bisa menunggu atau wait and see dahulu. Sambil melihat tren dan memperhitungkan proyeksi masa depan batu bara ini akan dibawa kemana oleh perusahaan dan pemerintah.

Baca Juga: Batu Bara Akan Tetap Jadi Sumber Energi Masa Depan, Apa Alasannya?

Opsi beli bisa dipertimbangkan jika perusahaan batu bara sudah mencapai harga yang cukup murah dengan analisis valuasi sederhana yakni PBV dan PER.

Opsi beli juga menjadi masuk akal mengingat pada tahun 2022 perusahaan batu bara memperoleh pendapatan yang besar dan tentu akan membagikan laba tahun berjalan kepada investor pada tahun mendatang dan itu menjadi peluang untuk mencari cuan di tengah koreksi harga batu bara acuan.

Jangan lupa follow Instagram saya @onietjann untuk menyambung silaturahmi dan berdiskusi mengenai topik ekonomi dan bisnis. See you!

Punya opini untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.