Terhimpit Krisis, Kaisa Group Terancam Default Layaknya Evergrande

Kaisa Group Illustration Web Bisnis Muda - Image: Kaisa Group

Kaisa Group Illustration Web Bisnis Muda - Image: Kaisa Group

Like

Kepelikan serta lirih mungkin merupakan gambaran terhadap industri dan sektor pasar properti yang berada di China dalam beberapa kurun waktu terakhir. Pasalnya, ingatan Be-emers juga sepertinya masih merekam usai salah satu pengembang properti asal China yaitu Evergrande Group terlilit hutang hingga mencapai US$300 miliar pada September lalu.

Selang beberapa bulan, celakanya kabar serupa kembali hadir dari salah satu pengembang properti asal China yaitu Kaisa Group yang menghadapi permasalahan yang sama. Lantas sebenarnya apa yang terjadi pada sektor properti di China ya Be-emers sampai-sampai kondisi tersebut dapat terjadi kembali?

Baca Juga: Ini Efek Krisis Raksasa Properti Evergrande Terhadap Pasar Kripto
 

Kaisa Group Tangguhkan Perdagangan Saham

Menghimpun dari Bloomberg, tepat pada Rabu, (08/12/2021) diketahui salah satu pengembang properti asal China yaitu Kaisa Group dikabarkan menangguhkan aktivitas perdagangan sahamnya di pasar modal Hong Kong usai melewati tenggat waktu utang obligasi senilai US$400 juta.

Seperti diketahui, Kaisa Group adalah penerbit obligasi dolar AS terbesar kedua diantara pengembang properti China setelah Evergrande Group.

Sebenarnya jauh sebelum jatuh tempo ini, Kaisa Group sudah menyadari akan potensi ketidaksanggupan pembayaran utang obligasi tersebut dan mencari cara agar terhindar dari default.


Beberapa yang ditempuh oleh Kaisa Group ialah dengan meminta regulator untuk memperpanjang jatuh tempo obligasi luar negeri, melakukan restrukturisasi utang atau menawarkan kesepakatan pertukaran wesel pada Oktober lalu.

Namun disebutkan dalam sumber yang sama, tepat pada Jumat lalu tawaran yang diajukan oleh Kaisa Group tersebut gagal mendapatkan persetujuan dari 95 persen pemegang obligasinya sehingga pupus sudah rencana lanjutan yang diajukan oleh Kaisa Group.

Kendati demikian, ternyata penangguhan yang dilakukan oleh Kaisa Group hari ini tercatat bukan untuk pertama kalinya, melainkan pada November lalu Kaisa Group juga sempat menghentikan perdagangan saham selama hampir tiga minggu sampai-sampai saham Kaisa Group merosot sekitar 20 persen selama sebulan terakhir.

Dikesempatan lain, para analis banyak yang menyebut bahwa krisis yang dirasakan oleh beberapa pengembang properti di China seperti Evergrande dan Kaisa salah satu indikasinya ialah pemerintah China yang memberlakukan pembatasan terhadap utang berlebihan yang dibarengi dengan peluncuran kebijakan “three red lines” tahun lalu.

Baca Juga: Dikabarkan Krisis, Ini Profil Evergrande Group dan Kilasan Sepak Terjangnya