Saham Kamu Nyangkut? Ini yang Bisa Dilakukan

Hal yang Dilakukan saat Saham Nyangkut Illustration Bisnis Muda - Image: Canva

Hal yang Dilakukan saat Saham Nyangkut Illustration Bisnis Muda - Image: Canva

Like

Namanya investasi saham, kadang apa yang kamu ekspektasikan, ternyata malah enggak sesuai sama kenyataan yang terjadi di bursa. Salah satunya, yakni saat saham yang kamu koleksi ternyata malah “nyangkut” nih, Be-emers.

Kamu pernah mengalami saham “nyangkut” enggak?

Istilah “nyangkut” sendiri sebenarnya mengarah pada kondisi dimana saham yang dikoleksi mengalami penurunan. Nah, saat saham yang dikoleksi tersebut terus menerus turun, tentu saja investor mengalami floating loss.

Baca Juga: Floating Profit VS Floating Loss Saham, Mana yang Lebih Susah Ditahan?

Di saat itu lah, kadang investor merasa galau untuk cut loss alias menjual sahamnya karena sudah tahu kalau kerugian yang ditanggung terlalu besar. Sehingga, saham yang dikoleksi tersebut “nyangkut” deh.


Lalu, apa yang harus diperhatikan untuk mencegah dan menghadapi saham yang nyangkut?

 

 Hal yang Dilakukan saat Saham Nyangkut Illustration Bisnis Muda - Image: Canva

Hal yang Dilakukan saat Saham Nyangkut Illustration Bisnis Muda - Image: Canva

 

Toleransi Risiko untuk Cut Loss

Dilansir Bisnis, biasanya saham yang “nyangkut” itu banyak terjadi sama investor yang mengabaikan tingkat risiko lho. Padahal, pasar saham itu fluktuatif, alias pergerakannya kadang naik dan kadang turun.

Makanya, penting nih untuk kamu menetapkan toleransi risiko. Misalnya, kamu bisa membatasi kerugian 3-5 persen.

Jadi, saat saham yang kamu koleksi itu turun hingga 5 persen, kamu pun harus memutuskan untuk cut loss alias segera menjual saham tersebut. Hal itu dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Kamu bisa melakukan cut loss secara total (menjual semua saham tersebut) maupun cut loss bertahap (jual saham dalam jumlah tertentu setiap harganya turun ke level tertentu).

Baca Juga: Diandalkan saat Saham Nyangkut, Yuk Kenali Apa Itu Gadai Saham dan Tipe Investornya
 

Average Down

Cara lain untuk keluar dari saham nyangkut adalah dengan melakukan strategi Average Down. Dilansir dari laman Ajaib Sekuritas, Average Down adalah strategi yang dilakukan dengan cara beli saham lagi di harga yang lebih rendah agar harga rata-rata saham di portofolio makin menurun.

Kalau harga rata-rata saham di portofolio berkurang, kamu sebagai investor bisa lebih cepat melepas lagi saham yang nyangkut tersebut jika suatu saat nanti harganya naik kembali. Ajaib Sekuritas menyebutkan, Average Down bisa dilakukan setelah harga suatu saham telah mencapai level support.

Oh iya, strategi Average Down bisa dilakukan dengan sejumlah syarat, antara lain:
  • Saham nyangkut yang dikoleksi punya prospek bagus atau setidaknya rajin dalam bagi-bagi dividen
  • Kamu sudah paham konsep level support-resistance
  • Kamu paham analisis teknikal
  • Punya anggaran investasi untuk beli saham lagi

Selain itu, kamu juga bisa melakukan strategi average down martingale, yakni dengan membeli saham lagi dengan jumlah lot dua kali lipat dari lot awal setiap harganya turun sekian persen. Perlu diingat, strategi ini bisa kamu lakukan jika punya dana yang memadai dan kemampuan analisis teknikal yang mumpuni ya!

Adapun, dikutip Bisnis, Analis Senior CSA Research Institute Reza priyambada mengatakan bahwa investor perlu memperhatikan komposisi portofolio investor. Jadi, investor bisa menimbang apakah ada saham “pengganti” saat melakukan cut loss agar portofolio saham tetap prospektif.

Nah, kamu bakal pakai strategi apa nih saat saham kamu “nyangkut”?