Menyiapkan Dana Darurat dan Pensiun Sejak Muda, Gimana Caranya? Yuk, Simak Tips dari Dinda NM

Menyiapkan Dana Darurat dan Pensiun Sejak Muda Illustration Bisnis Muda - Image: Canva

Menyiapkan Dana Darurat dan Pensiun Sejak Muda Illustration Bisnis Muda - Image: Canva


Mumpung masih muda, sebenarnya penting enggak sih untuk menyiapkan dana darurat dan dana pensiun dari sekarang? Hmm..mending kita intip yuk tips menyiapkan dana darurat dan dana pensiun dari Dinda NM, Certified Financial Planner Justart Financial.

Februari 2022, ramai diberitakan bahwa pemerintah akan merevisi aturan pencairan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), yang mana masyarakat baru bisa mengklaim JHT di usia pensiun yakni 56 tahun. Sontak, hal itu pun menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Namun, dilansir dari Bisnis.com, revisi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 2 Tahun 2022 akan dikembalikan seperti ketentuan dalam Permenaker No. 19 Tahun 2015. Itu artinya, masyarakat tetap bisa mencairkan manfaat JHT sebelum usia pensiun.

Di satu sisi, sesuai namanya, JHT memang disiapkan untuk kebutuhan keuangan di masa pensiun nih, Be-emers. Sayangnya, banyak masyarakat yang justru berniat untuk klaim manfaat JHT sebelum usia pensiun.

Meski begitu, mungkin karena di kondisi pandemi, Dinda menilai bahwa banyak orang yang kehilangan pekerjaan hingga kerugian bisnis. Sehingga, mereka enggak siap dalam segi finansial dan terpaksa mengandalkan uang dari pencairan manfaat JHT sebagai dana darurat.


Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, perlukah menyiapkan dana darurat atau dana pensiun sendiri tanpa mengandalkan JHT?

Baca Juga: Penting untuk Masa Pensiun, Ini Kewajiban Pajak dalam Pencairan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan
 

Pentingnya Menyiapkan Dana Pensiun dan Dana Darurat

Dana pensiun memang digunakan untuk masa pensiun. Nah, hal itu justru bikin banyak orang masih menganggap bahwa kebutuhan dana pensiun itu bisa disiapkan di masa mendatang.

“Karena range waktu yang cukup panjang, (misalnya) di atas usia 25 tahun, membuat teman-teman jadi banyak yang menunda untuk (menyiapkan) pensiun nanti,” - Dinda NM, Certified Financial Planner Justart Financial.


Selain itu, literasi keuangan yang kurang juga membuat masyarakat, terutama anak muda, belum menyiapkan dana pensiun sejak dini. Padahal menurut Dinda NM, dikutip dari Ngobrol Asyik Komunitas Bisnis.com di Telegram, karena dana pensiun itu jumlahnya cukup banyak, maka kamu perlu untuk menyiapkannya dari sedini mungkin lho, Be-emers!

 

Menyiapkan Dana Darurat dan Pensiun Sejak Muda Illustration Bisnis Muda - Image: Canva

Menyiapkan Dana Darurat dan Pensiun Sejak Muda Illustration Bisnis Muda - Image: Canva


Dinda NM mengingatkan ada 2 faktor yang perlu kamu perhatikan, antara lain:
  • Kita sudah pasti tua. Untuk itu, dana pensiun penting untuk disiapkan.
  • Risiko kehidupan yang terkadang enggak bisa kita hindari. Misalnya, ada pandemi, kehilangan pekerjaan. Sehingga, dana darurat itu juga penting.

Jika kamu menyiapkan dana darurat, maka dana pensiun yang sedang kamu siapkan pun jadi enggak terganggu. Adapun, jaminan kesehatan juga penting untuk kamu miliki nih, Be-emers.

Menurut Dinda, jika kamu enggak punya jaminan kesehatan atau jaminan kesehatan kamu enggak layak, pada akhirnya dana pensiun yang kamu siapkan bisa saja enggak cukup untuk menyokong kebutuhan kesehatan kamu nih, Be-emers.

Baca Juga: Cegah Generasi Sandwich, Ini Soal Dana Pensiun yang Perlu Kamu Ketahui
 

Cara Menyiapkan Dana Pensiun selain dari JHT

Dinda menuturkan, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengecek terlebih dahulu berapa persen alokasi dana yang mengalir ke JHT kamu nih, Be-emers. Caranya, kamu bisa cek di laman resmi atau aplikasi BPJS Ketenagakerjaan.

Kalau kamu bekerja, biasanya 2 persen itu diambil dari iuran. Selanjutnya, si pemberi kerja akan memberikan tambahan 3,7 persen dari gaji pokok kita.

Artinya, total JHT yang kita dapatkan adalah 5,7 persen dari gaji pokok. Nah, di simulasi yang ada di aplikasi BPJS, disebutkan bahwa dana atau nilai pengembangannya adalah 5 persen.

Di satu sisi, kamu harus ingat nih, ada yang namanya inflasi, Be-emers. Tingkat inflasi bisa meningkat sekitar 1,5 sampai 2 persen. Karena masa pensiun itu punya jangka waktu yang panjang, menurut Dinda, maka rata-rata tingkat inflasi kurang lebih bisa mencapai 3 persen.

Berarti, jika dilihat dari perbedaan antara nilai investasi yang diberikan dari JHT dengan inflasi, uang kita hanya bisa berkembang sekitar 2 persen nih, Be-emers.

Nah, jika dihitung berdasarkan kalkulator perencanaan keuangan, kira-kira cukup atau enggak sih JHT untuk persiapan dana pensiun?

 

Menyiapkan Dana Darurat dan Pensiun Sejak Muda Illustration Bisnis Muda - Image: Canva

Menyiapkan Dana Darurat dan Pensiun Sejak Muda Illustration Bisnis Muda - Image: Canva


Dinda menjelaskan, jika  usia harapan pensiun itu 58 tahun dan usia kamu misalnya saat ini 25 tahun, itu artinya usia produktif kita sekitar 30 tahun. Dengan begitu, kamu  punya kesempatan untuk mengumpulkan dana pensiun selama 30 tahun nih, Be-emers.

Selain itu, usia harapan hidup misalnya di usia 70 tahun. Jika kamu sudah mencapai angka pensiun, yakni di usia 58 tahun, itu artinya kamu akan menghabiskan dana pensiun kamu selama 15 tahun.

“Anggaplah biaya hidup kita selama ini Rp10 juta. Kita punya living cost Rp7 juta. Seandainya saat pensiun Rp5 juta per bulan saja cukup, dengan adanya inflasi yang mencapai 3 persen, sebenarnya kamu butuh sekitar 12 juta setiap bulan untuk biaya hidup selama pensiun,” jelas Dinda.

Kalau dihitung nih, kamu ternyata butuh sekitar Rp2 miliar untuk hidup selama 15 tahun di masa pensiun, Be-emers. Tentu saja, angka segitu bukanlah angka yang kecil kan, Be-emers?

Jika dibandingkan dengan JHT, kalau pengembangan dananya 5 persen, Dinda mengatakan bahwa sebenarnya hal itu enggak akan mencapai perhitungan dana pensiun kamu, yang mana bisa mencapai Rp2 miliar selama 15 tahun.

Makanya, penting juga untuk kamu menyiapkan dana pensiun sendiri. Menurut Dinda, jika kamu mengambil manfaat di JHT, sebaiknya uang tersebut enggak digunakan untuk hal-hal yang konsumtif.

Sebaliknya, manfaat dari JHT tersebut bisa kamu pindahkan ke investasi atau dana pensiun yang lebih menjanjikan. Sebagai diversifikasi, kamu bisa menyiapkan dana pensiun lewat investasi yang memiliki tingkat risiko lebih rendah.

Misalnya,  emas, reksa dana, atau pilih saham yang punya kinerja baik seperti saham blue chips. Sebaliknya, aset berisiko tinggi seperti kripto, justru enggak direkomendasikan oleh Dinda nih, Be-emers.

Baca Juga: Jenis-Jenis Investasi yang Bisa Digunakan untuk Simpan Dana Darurat

Memang, dana darurat dan dana pensiun bisa kamu siapkan jika kamu sudah punya penghasilan nih, Be-emers. Namun, jika kamu belum berpenghasilan dan baru mendapat uang jajan dari orang tua, kamu bisa latihan untuk mulai menyiapkan dana darurat kok, Be-emers.

Dinda menjelaskan, upayakan untuk saving minimal 30 persen dari penghasilan. Apalagi, menurut Dinda, jika kamu masih single, living cost kamu lebih kecil daripada ketika sudah menikah lho!

Nah, dari 30 persen itu, kamu bisa bagi dua lagi, untuk dana pensiun dan dana darurat. Selain itu, kunci utama untuk bisa punya dana darurat dan dana pensiun adalah konsistensi nih, Be-emers.

Hayooo, kamu sudah mulai konsisten dalam manage keuangan belum, Be-emers?

Yuk, sharing di kolom komentar atau tulis aja pengalaman kamu di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung