Reksa Dana VS Saham, Pilih yang Mana?

Saham dan reksadana adalah jenis instrumen investasi (Sumber Gambar: Google)

Saham dan reksadana adalah jenis instrumen investasi (Sumber Gambar: Google)


Halo Be-emers, kalian pasti sudah tidak asing lagi kan dengan beberapa instrumen investasi yang akan kita bahas kali ini? Yap, saham dan reksa dana.

Yang sebelumnya perlu diketahui, saham merupakan bukti kepemilikan dari bagian perusahaan yang dibeli. Sedangkan reksa dana, menurut UU Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, adalah tempat penghimpun dana masyarakat yang pengelolaannya dijalankan oleh seorang manajer investasi.

Reksa dana pun dibagi lagi menjadi beberapa jenis, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham. Ternyata, keduanya adalah jenis instrumen investasi yang sangat berbeda lho.

Baca Juga: Reksa Dana VS Properti VS Emas, Lebih Cuan Mana?

 

Apa Sih Perbedaan Antara Reksa Dana dan Saham?

Nah, sampai saat ini, nyatanya masih banyak orang yang belum terlalu paham dan mengerti tentang perbedaan kedua instrumen ini. Sehingga, ketika ingin mulai berinvestasi, mereka cenderung bingung untuk memilih di antara keduanya.


 

Saham dan reksadana adalah jenis instrumen investasi (Sumber Gambar:  Google)

Saham dan reksadana adalah jenis instrumen investasi (Sumber Gambar: Google)


Maka dari itu, simak sampai selesai ya penjelasan di bawah ini terkait beberapa perbedaan mendasar antara reksa dana dan juga saham. 

 

1. Risiko yang Dimiliki Reksa Dana dan Saham

Perbedaan mendasar pertama antara saham dan reksa dana adalah tingkat risiko yang diberikan. Saham tentu memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan reksa dana.

Hal ini disebabkan pergerakan saham yang lebih fluktuatif dan juga peluang perolehan imbal hasil yang lebih tinggi. Makin besar peluang keuntungan yang dapat diterima, maka risikonya pun akan menjadi lebih besar.

Selain itu, keputusan pribadi yang ada pada investasi saham juga membuka peluang risiko yang tinggi apabila investor kurang pengalaman hingga kurang edukasi. 

Sedangkan risiko pada reksa dana dapat dikatakan lebih kecil. Dibandingkan dengan saham, pergerakan reksa dana cenderung lebih stabil, terutama pada reksa dana pasar uang.

Enggak hanya itu, adanya peran dari manajer investasi yang lebih berpengalaman dalam reksa dana pun tentu akan lebih menekan risiko yang dapat ditimbulkan karena kurangnya edukasi dalam investasi.  

 

2. Pengelola Investasi Reksa Dana dan Saham

Perbedaan yang kedua juga sebenarnya sudah sedikit dibahas pada poin pertama. Yap, benar sekali, pengelola dana pada reksa dana dan juga saham sangat berbeda satu sama lain.

Apabila di dalam reksa dana modal dan investasi kita akan dikelola langsung oleh seorang manajer investasi yang telah berpengalaman dan teredukasi, pada instrumen saham, kita harus mengelola dana kita secara mandiri.

Poin positif dari adanya hal ini adalah kita dapat lebih bebas dan fleksibel dalam membuat keputusan pribadi. Sedangkan poin negatifnya adalah terbukanya peluang kesalahan yang lebih besar dalam mengambil keputusan investasi. Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu belajar dan menambah ilmu dalam dunia investasi ya, Be-emers.

 

3. Peluang Return Reksa Dana dan Saham

Perbedaan mendasar ketiga adalah peluang return atau keuntungan yang dapat diperoleh. Saham memiliki peluang keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan reksa dana, terlebih lagi apabila diinvestasi secara jangka panjang.

Di samping itu, pengelolaan mandiri yang dijalankan pada investasi saham tentu saja dapat mengurangi modal yang kita keluarkan untuk kewajiban membayar biaya kepada perusahaan manajer investasi seperti yang ada pada reksa dana. 

Baca Juga: 10 Keuntungan Investasi Reksa Dana

 

Pilih Reksadana atau Saham? 

Antara saham dan reksa dana tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang tidak dapat dibandingkan secara apple to apple. Pemilihan antara kedua jenis instrumen investasi ini, yaitu saham dan reksa dana, sebaiknya dipertimbangkan dengan alasan-alasan yang dapat menjadi faktor dasar.

 

Pilih Reksa Dana atau Saham? Tentukan Tujuanmu (Sumber Gambar: Google)

Pilih Reksa Dana atau Saham? Tentukan Tujuanmu (Sumber Gambar: Google)


Nah, berikut ini adalah beberapa faktor dasar yang bisa kalian perhatikan nih untuk memilih di antara kedua jenis instrumen investasi ini. Selain itu, jangan lupa untuk belajar terlebih dahulu ya Be-emers sebelum terjun langsung ke dalam dunia investasi, sehingga kalian lebih paham dan matang dalam membuat keputusan dan strategi investasi

Beberapa faktor utama yang dapat dijadikan dasar pemilihan, antara lain: 
 

1. Sesuaikan dengan Tujuan Investasi 

Pemilihan instrumen investasi saham atau pun reksa dana semestinya didasari pada tujuan investasi atau keuangan yang ingin kalian capai. Apabila ingin menjalankan investasi jangka panjang, misalnya lebih dari lima tahun, maka saham dapat dijadikan instrumen investasi yang lebih maksimal dibandingkan reksa dana.

Akan tetapi, apabila ingin menjalankan investasi jangka panjang melalui reksa dana, kalian juga dapat memilih instrumen reksa dana yang sesuai, seperti reksa dana saham. Sedangkan untuk investasi jangka pendek, saham kurang cocok digunakan meskipun masih terdapat peluang keuntungan.

Di samping itu, jenis reksa dana yang lain juga dapat dimanfaatkan untuk tujuan investasi lainnya, seperti dana darurat yang cenderung cocok apabila dikumpulkan melalui reksadana pasar uang.  

 

2. Sesuaikan dengan Profil Risiko 

Selain tujuan investasi, profil risiko juga menjadi pertimbangan yang penting dalam memilih jenis instrumen investasi saham atau reksa dana. Tentu saja, setiap orang mempunyai profil risiko yang berbeda-beda satu sama lain.

Baca Juga: Gimana Cara Menyusun Portofolio Saham yang Cocok dengan Profil Risiko?

Ada orang yang berani untuk mengambil risiko tinggi dan ada pula orang yang lebih memilih untuk mengutamakan kepastian. Apabila kalian adalah tipe yang berani untuk mengambil risiko tinggi, mungkin saham adalah opsi yang dapat dipilih. Sedangkan apabila kalian lebih mengutamakan keamanan dan kepastian yang lebih tinggi, reksa dana dapat menjadi pilihan yang cocok. 

 

3. Jangan Lupakan Diversifikasi 

Di samping kedua dasar pertimbangan di atas, alasan diversifikasi pun turut menjadi perhatian yang sangat penting. Diversifikasi adalah upaya untuk melakukan variasi jenis investasi, sehingga keuntungan yang diperoleh lebih maksimal dan risiko yang ditanggung dapat diminimalkan.

Apabila sudah memiliki edukasi dan pengalaman yang luas, nantinya kalian bisa untuk menjalankan beberapa macam instrumen investasi yang berbeda secara sekaligus, seperti reksa dana dan saham sesuai dengan tujuan investasi masing-masing yang ingin dicapai. 

Itu lah sedikit gambaran terkait perbedaan-perbedaan mendasar yang dimiliki oleh saham dan reksa dana beserta alasan-alasan yang harus dipertimbangkan dalam memilih di antara kedua instrumen investasi tersebut.

Semoga dengan adanya artikel ini, kalian dapat lebih mengetahui dan memahami tentang seluk beluk investasi ya, Be-emers. Semangat selalu dan jangan lupa untuk terus memperkaya ilmu dan pengalaman investasi. 

Baca Juga: Reksa Dana Saham VS ETF: Mirip Tapi Beda, Mana yang Lebih Asyik untuk Investasi?




Editor: Rachma Amalia